Selamat pagi..

Owa Jawa (Hylobates moloch Audebert)
 Mari sedikit berbicara tentang Owa Jawa.
            Pada tahun 2014 lalu RIMPALA bekerja sama dengan Javan Gibbon Reseach & Concervation Project melakukan penelitian dan penyusunan buku mengenai jenis tumbuhan pakan Owa Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Buku tersebut berjudul “Tumbuhan Pakan Owa Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak”. Buku ini mengandung hal-hal penting mengenai Owa Jawa terutama aktivitas makan dan pakan. Sesuai dengan judulnya, buku “Tumbuhan Pakan Owa Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak” ini mengungkapkan tumbuhan yang menjadi pakan Owa Jawa degan detail mulai dari taksonomi pohon, deskripsi pohon, sampai baian dari pohon yang dimakan oleh Owa Jawa.
Dekan Fakultas Kehutanan IPB (Prof. Dr. Ir. Bambang Hero Saharjo, M.Agr) menyatakan bahwa Owa Jawa merupakan salah satu spesies kera kecil (lesser apes) dari jenis Hylobatidae yang terdapat di Asia Tenggara, merupakan satwa diurnal yang melakukan aktivitas di atas tajuk pohon, bergerak aktif mencari makanan mulai dari pagi sampai menjelang tidur di pohon tidurnya, mempunyai jalur tertentu dalam mencari makan dan tidak selalu menempuh rute perjalanan yang sama pada satu hari dengan hari lainnya, melainkan beberapa hari kemudian akan mengulangirute yang ada.
Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan salah satu spesies kunci yang tergolong spesies yang langka dan terancam punah. IUCN Redlist mengkategorikannya dalam status konservasi endangered (terancam punah). Selain itu, CITES juga memasukkan primata langka ini dalam daftar Appendiks I yang berarti tidak boleh diperjualbelikan. Salah satu fungsi adanya Owa Jawa di dalam kawasan hutan adalah sebagai indikator keberadaan suatu habitat/ekosistem di dalam kawasan hutan tersebut. Hal ini didasarkan pada kebutuhan akan habitat yang masih utuh untuk dijadikan sebagai tempat hidupnya. Owa Jawa adalah hewan diurnal dan arboreal, sepenuhnya hidup di atas tajuk pepohonan dan menjadikan berbagai jenis pepohonan tersebut sebagai sumber pakan dan tempat hidup, menjadikan satwa ini bergantung sepenuhnya pada kondisi hutan yang masih alami. Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) sebagai Kawasan Pelestarian Alam merupakan kawasan hutan hujan tropis pegunungan dataran rendah terluas yang masih tersisa di Pulau Jawa dan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Kawasan hutan ini merupakan salah satu habitat terbaik bagi Owa Jawa, hal tersebut didukung pula dengan terdapatnya beragam jenis pohon pakan dalam kawasan (Ir. Tri Siswo Rahardjo, M.Si Kepala Balai TNGHS).
Cover buku "Tumbuhan Pakan Owa Jawa (Hylobates moloch Audebert) Taman Nasional Gunung Halimun Salak"

Semoga buku ini dapat segera dijumpai di toko buku kesayangan anda :)


                                                                                                                    Meida R-XVIII/009

1 komentar :

  1. Ayo kita lestarikan peninggalan nenek moyang segala bidang, flora, fauna, maupun resep masakan jawa

    BalasHapus