Yap puji syukur kami panjatkan sebab terlaksana pula kegiatan Rafting ke-3 ini. Sebanyak 56 peserta mengikuti acara ini. Registrasi di mulai pukul 06.00 @Bivak Rimpala lalu dilanjutkan dengan pemberangkatan pukul 07.00 menggunakan Bus. Kurang lebih 2,5 jam waktu tempuh perjalanan kami hingga ke Sungai Ciberang dari Kampus IPB, Bogor. Sungai Ciberang ini tepatnya berada di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gendong, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.
Rute Tempuh :
  • Rute 1 : Jakarta – Tol tangerang Merak- keluar Pintu Tol Belaraja – Pertigaan Asem Cikande – Jawilan – Kopo – Rangkasbiung – Sajira – Cipanas – Kampung Muhara
  • Rute 2 : Jakarta – Tol serang Timur – Pandeglang – Rangkasbitung – Sajira – Cipanas – Kampung Muhara
  • Rute 3 : Bogor – Leuwiliang – Cigudeg - Jasinga – Cipanas Kampung Muhara

Saat sampai di Lokasi Rafting
Sebelum kita mengarung, kita diharuskan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu agar otot kaki, tangan, dan badan kita tidak kaku. Maklum, panjang sungai yang akan kita arungi lumayan juga yakni sejauh 10 km. Adapula jarak lain yakni sejauh 25 km.

Tengok Kanan Dulu Yuuukk....

Stratching Cuuuy..
Perlengkapan yang wajib di gunakan ialah helm dan pelampung. Sebagai tambahan diberikan sebuah dayung. Selama proses pengarungan, peserta diminta untuk tidak melepas dayungnya karena membahayakan saat pengarungan.

Kami siap...

Siap mengarung

Peserta terbagi atas 6 orang per kelompok dan di dampingi seorang skipper sebagai komandan kita. Sebelum mengarungi sungai, di berikan beberapa penjelasan dasar terkait Rafting yakni diajarkan cara memegang dayung yang baik dan benar, lalu diajarkan cara mendayung nya. Misalnya dayung maju dengan mengayuh dayung ke belakang, dayung mundur dengan mengayuh dayung ke depan, dan untuk berhenti dengan meletakkan dayung tepat di pangkuan atau dengan mengangkat dayung dengan kedua tangan. Bila posisi perahu menyangkut di bebatuan, kita di haruskan untuk memindah posisi kita dengan pindah kanan, pindah kiri, pindah depan, dan pindah belakang. Pindah kanan yakni pindah ke posisi sebelah kanan, sama halnya  dengan pindah kiri. Pindah depan berarti mengganti posisi kita ke arah depan dan pindah belakang berarti memindah posisi kita ke belakang.

Persiapan mengarung

Tim Merah :p

Cerianyaa saat Pengarungan
Sehabis mendapat pengarahan dari Aa' Skipper, kami pun memulai pengarungan. Kami mendayung dengan penuh semangat meskipun terik menyengat kulit ini. Lengan serasa ingin berpindah dari tempatnya tapi itu tak mengalahkan semangat kami semua.

Cihuuuy asiiiik!!

Tetap Ceria :)

Teriakan demi teriakan membahana saat melewati jeram maupun hole yang ada di sungai.

Ayooo serbuu!
HAP...


Ada batu yaa Lanjuuut....
Pegangan pun tak  bisa kami hindari demi menjaga tubuh kita agar tidak terlempar ke dalam sungai.

Pegangaaaan..
Melihat muka letih kami karena terik matahari semakin menusuk kulit dan karena memang lelah mendayung, maka kami pun di beri waktu untuk beristirahat sejenak dengan diperbolehkannya bermain-main di dalam air.
Main-main di Air

Foto dulu
Setelah 15 menit beristirahat, kami kembali melanjutkan pengarungan. Kembali mengerahkan otot lengan untuk melawan ganasnya arus yang ada. Peluh pun membasahi wajah dan badan. Selama kurang lebih 30 menit mengarungi sungai, kami pun di ajak Skipper untuk bermain-mani sejenak demi menghindari kejenuhan mendayung. Kami pun bermain keseimbangan berdiri di atas perahu sementara para skipper sibuk mendayung putar perahu.

Menjaga Keseimbangan di atas Perahu

Doakan Kami yaaa!!!

Cukup asyik bermain keseimbangan ini, namun kami segera kembali mengarung lagi sebab waktu semakin larut. Alhasil kami pun segera mendayung lagi. Meskipun lelah semakin bersahabat dengan kami, namun dayung tetap bersentuhan dengan arus sehingga perahu kami terus melaju hingga ada situasi dimana kami cemas dan agak kesal, sebab adanya aliran kayu masyarakat bekas penebangan  masyarakat sekitar Sungai Ciberang yang saat itu sedang melakukan penghanyutan kayu bekas penebangan mereka.

Kayu Bekas Tebangan yang Sengaja di Hanyutkan di Sungai Ciberang

Kayu tersebut cukup mengganggu akses jalur kami, sebab ada beberapa perahu yang terbalik lantaran bertabrakan dengan kayu yang dihanyutkan tersebut. Namun itulah realita yang ada, memang sungai memiliki beberapa fungsi penting sebagai penunjang kebutuhan masayarakat sekitar, hanya saja biasanya kegiatan mengalirkan kayu ini dilakukan tidak pada hari dimana terjadi pengarungan namun dilakukan pada hari tanpa jadwal pengarungan.

Berebut Jalur dengan Kayu-Kayu
Rekomendasi yang diberikan ialah harus dikomunikasikan benar-benar antar pihak dalam dengan masyarakat setempat bahwa sikap menyalurkan kayu melalui air sangat menggangu kegiatan Rafting ini.

Tak terasa finish pun telah tiba dan kami pun mendapat jamuan kelapa mudaaa dan tahu sumedang. Sungguh nikmaaat :) :)

Es kelapa yummyyy..
Sembari menunggu mobil yang akan membawa kami ke lokasi start, kami pun menggunakan waktu untuk berfoto bersama.
Foto bersama

Kami :)
Sehabis berfoto, kami langsung menaiki mobil pick up untuk menuju ke lokasi start untuk berganti baju dan menyantap makan siang sebenarnya namun menjadi makan sore hehehehe...
Berangkaaaaat
Setelah bersih-bersih dan makan siang, kami pun segera menuju Bus dan langsung pulang ke kampus IPB tercinta. Tepat pukul 20.15 kami tiba di Kampus IPB, Dramaga.

0 komentar :

Posting Komentar