Ekspedisi Timik Sanjo: Penjelajah Malam yang Terancam Padam
Ekspedisi Timik Sanjo – Menyusuri Gelap, Menemukan Terang
Sumber: Dokumentasi Rimpala 2025
Suasana kabut malam menyelimuti Desa Cikurubuk, TWA Gunung Tampomas. Seekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) melangkah pelan di antara sela ranting bambu dan batang sengon, tubuh mungilnya menampakkan corak wajah bak berlian, garis putih menjuntai seperti cahaya purnama yang membingkai matanya yang besar dengan menyusuri kanopi hutan primer, sekunder, hingga hamparan bambu, kadang-muncul dalam kelompok kecil, namun sering juga menjumpai kesendirian yang teduh. Suara kecil dan gerak langkahnya di malam hutan seperti simfoni rahasia, mencerminkan kehidupannya yang arboreal dan nokturnal lebih memilih merambat perlahan di liana daripada melompat jauh.
Menyatukan banyak kepala untuk satu tujuan bukanlah perkara yang mudah, tetapi di situlah makna sesungguhnya dari kata tim. Tim terbentuk atas 14 anggota Rimpala Angkatan 28 dengan komposisi 6 laki-laki dan 8 perempuan berkumpul dalam semangat yang sama untuk menyelesaikan tujuan awal Anggota Muda Rimpala Fahutan IPB. Ekspedisi ini bukanlah sekadar perjalanan di aIam, melainkan perjalanan terbentuknya sebuah karakter. Tempat setiap langkah diuji, setiap keputusan dimatangkan, dan setiap anggota belajar apa arti sesungguhnya dari kata “kebersamaan”.
Setelah melalui serangkaian diskusi panjang dan pertukaran ide yang penuh warna, satu tema akhirnya disepakati: penelitian difokuskan pada Karakteristik Habitat serta Sebaran Kukang Jawa (Nycticebus javanicus). Semangat itu membuahkan nama “Timik Sanjo”—Timik berarti panjat dalam bahasa Melayu, Sanjo berarti gelap dalam bahasa Minang. Sebuah simbol tentang perjalanan di antara kegelapan, mencari pijakan untuk memahami kehidupan di balik heningnya malam.
Menyapa Kukang di Tanah Tampomas
Sumber: Dokumentasi Rimpala 2025
Kabut pagi di Desa Cikurubuk seolah menyembunyikan rahasia hutan. Kondisi rimbunnya bambu dan batang sengon, Kukang Jawa bergerak perlahan, matanya memantulkan cahaya redup seperti bintang terakhir sebelum fajar. Ia bukan penghuni yang mencolok. Ia diam, tetapi waspada. Menyusuri kanopi dari ranting ke ranting tanpa suara, mengajarkan kita arti kesabaran dan keseimbangan.
Survei kami di Taman Wisata Alam Gunung Tampomas menemukan jejak kehidupan mereka pada ketinggian 300–600 mdpl, dengan total 28 individu dari berbagai tipe habitat, hutan alam, hutan tanaman, hingga kawasan pemukiman warga. Tampomas juga menjadi tempat pulang bagi 34 kukang yang pernah diselamatkan dari perdagangan ilegal dan kini kembali menapaki ranting dalam kebebasan.
Di antara senyap malam, mereka bukanlah sekadar hewan penelitian. Mereka adalah pengingat—bahwa alam tidak butuh banyak suara, hanya butuh dijaga.
Langkah yang Disiapkan, Cerita yang Dihidupkan
Sumber: Dokumentasi Rimpala 2025
Ekspedisi berlangsung dalam 12 hari pada 1–12 Juli 2025 di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, dengan kawasan TWA Gunung Tampomas sebagai lokasi utama penelitian. Sebelum hari keberangkatan, berbagai pembekalan dilakukan: pelatihan eksplorasi satwa, analisis vegetasi, fotografi, dan pengamatan malam. Pembelajaran dilakukan secara langsung dari Akang dan Teteh orang-orang yang berbagi ilmu serta pengalaman yang berharga. Hal ini membuat kami belajar bahwa ekspedisi bukan hanya soal menemukan data, tetapi menemukan diri sendiri di tengah hutan.
Sebuah Awal dari Banyak Cerita
Sumber: Dokumentasi Rimpala 2025
Perjalanan ini bukan akhir, tetapi permulaan dari banyak langkah selanjutnya. Setiap data yang kami kumpulkan, tersimpan kisah kecil tentang perjuangan dan kebersamaan, bagaimana kami melewati malam yang lembab dan jalur yang menanjak, bagaimana tawa dan perdebatan menyatu dalam satu api unggun, semua akan tersaji dalam video dokumenter Ekspedisi Timik Sanjo.
Saksikan bagaimana gelap malam menjadi ruang bagi kami untuk belajar tentang indahnya cahaya tentang alam, rekan, dan arti menjadi bagian dari Rimpala.
Bagaimana kisah seru di balik ekspedisi ini? Rintangan dan tantangan apa yang menguji tekad mereka? Apakah perjuangan mereka membuahkan hasil yang diimpikan? Semua itu akan terungkap dalam video dokumenter Ekspedisi Timik Sanjo—saksikan setiap detik perjalanan penuh liku ini!
Video Dokumenter Ekspedisi Timik Sanjo
🤩🤙
BalasHapusgokks
BalasHapus